CARA MENINGKATKAN TESTOSTERON SECARA ALAMI

Selama ini orang sudah tahu bahwa hormon testosteron penting untuk membentuk dan mempertahankan kepadatan otot, sehingga mereka yang sedang membentuk tubuh sering kali berupaya meningkatkan testosteron tubuh mereka. Namun hormon ini sebenarnya jauh lebih vital perannya daripada hanya untuk membentuk otot.

Testosteron adalah unsur biologis penting yang dibutuhkan semua pria (dan wanita, dalam kadar yang lebih rendah) agar tetap sehat dan bergairah. Sederhananya, bisa dibilang hormon testosteron adalah “inti dari kelelakian”.

Hormon ini adalah energi hidup pokok yang membuat seorang pria menjadi ‘pria’, serta energi penggerak yang membuat mereka tetap fit, kuat, dan jantan. Tanpanya, Anda tidak mungkin ada (setidaknya bukan sebagai pria).

Sementara tubuh Anda dirancang untuk memproduksi testosteron dan mempertahankannya pada kadar optimal, namun ada banyak faktor yang dapat mengganggu proses produksi testosteron alami ini. Terpapar racun/toksin, pola makan yang buruk, stres, dan penuaan termasuk di antara faktor-faktor yang paling umum.

Faktor-faktor ini secara langsung menghambat produksi testosteron serta berbagai hormon pria lain—hormon-hormon yang secara kelompok dikenal sebagai androgen. Bila dibiarkan terus, penurunan hormon androgen akan mengarah pada berbagai masalah kesehatan pria. Inilah sebabnya sangat penting untuk mengupayakan gaya hidup sehat guna menangkal penurunan testosteron alami dan hormon lainnya.

DARI MANA ASAL TESTOSTERON ALAMI DAN APA PERANNYA BAGI KESEHATAN PRIA?

Sebelum mencari tahu bagaimana mengatasi masalah penurunan testosteron, perlu dipahami bagaimana testosteron dibuat di dalam tubuh serta apa perannya disamping untuk menciptakan jaringan otot. Seperti banyak hormon steroid lain, produksi testosteron berawal di hipotalamus, area kecil di otak depan yang merangsang banyak proses penting di seluruh tubuh.

Selain untuk mengatur produksi hormon melalui sistem endokrin, hipotalamus juga mengatur banyak sistem homeostatik, termasuk mengatur tidur, emosi, juga sistem saraf pusat.

Kapan pun hipotalamus mendeteksi bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak hormon testosteron untuk melakukan aktivitas tertentu, maka ia meningkatkan produksinya dengan melepaskan luliberin, atau dikenal GnRH. GnRH ini bergerak ke bagian belakang otak dimana ia menjumpai kelenjar pituitari, yang menggunakannya untuk memproduksi 2 hormon lain:

 

  • Hormon perangsang folikel (FSH)
  • Hormon pelutein (LH)
FSH dan LH kemudian bergerak ke bawah melalui aliran darah menuju testis dimana mereka digunakan untuk memproduksi sperma dan membebaskan testosteron.

Satu fakta menarik mengenai testosteron adalah bahwa zat utama yang digunakan tubuh untuk membuat testosteron adalah salah satu yang sering dicap buruk oleh kalangan medis: kolesterol.Pembangun utama testosteron—kolesterol—adalah apa yang diandalkan sel-sel Leydig di testis pria (selain LH) untuk mensintesis produksi testosteron.

Setelah dihasilkan, hormon testosteron ini masuk kembali ke aliran darah dalam bentuk bebas sehingga tubuh dapat menggunakannya untuk banyak tugas penting, antara lain:
  • Membangun tulang yang kuat
  • Membentuk otot yang padat tanpa lemak
  • Memperkuat jantung
  • Menghasilkan sel-sel darah baru
Hormon testosteron juga yang memberikan seorang pria sifat khas yang maskulin—misalnya keberanian, ketegasan, dan keinginan bersaing—belum lagi gairah seksual yang selalu ada juga mencirikan karakter pria dewasa yang sehat.

SEPERTI APA GEJALA-GEJALA UMUM TESTOSTERON RENDAH?

Jika kita hidup di dunia yang sempurna, maka produksi testosteron alami yang optimal pada pria akan terjadi dengan sendirinya. Setiap pria akan selalu makan dengan baik, mendapat istirahat cukup, minum banyak air bersih, rutin olahraga, dan tidak pernah menjadi stres, terpapar racun, atau bertambah tua.

Di jalan cerita yang ideal ini seorang pria tidak akan pernah khawatir dengan hormon-hormonnya karena dia sempurna. Sayangnya, dunia kita sekarang jauh dari kesempurnaan. Dan kenyataannya adalah bahwa produksi testosteron alami sedang diserang habis-habisan dalam banyak bidang.

Testosteron rendah pada pria adalah masalah yang semakin umum dialami daripada yang sudah-sudah. Banyak tubuh pria tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan testosteron mereka. Atau kalaupun sanggup, bisa saja terjadi kelebihan testosteron yang pada akhirnya diubah menjadi bentuk testosteron yang tidak bisa digunakan, atau lebih buruk lagi: diubah menjadi estrogen.

Akibatnya, banyak pria akhirnya menderita beragam gejala-gejala testosteron rendah. Beberapa dari gejala tersebut antara lain:
  • Kurang bertenaga
  • Mood berubah-ubah dan mudah tersinggung
  • Depresi
  • ‘Lemot’ atau brain fog
  • Atrofi otot
  • Obesitas
  • Hilang gairah seksual
Gejala-gejala ini saja sudah cukup menyusahkan, apalagi jika dibiarkan terus mereka pada akhirnya akan berkembang menjadi gejala-gejala yang lebih buruk lagi, atau bahkan penyakit kronis serius. Penyakit serius ini maksudnya adalah penyakit yang khas dialami para pria semacam:
  • Penyakit kardiovaskular (berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung)
  • Demensia
  • Kemandulan
  • Ginekomastia (pembengkakan payudara pada pria)
Dampak buruk di atas serta gejala-gejala tahap lanjut lain dari kadar testosteron alami yang rendah sudah terlalu sering terjadi di dunia modern ini. Tapi sayangnya, pilihan penanganan yang layak untuk pria yang mengalaminya masih sedikit.

APA PILIHAN YANG ADA UNTUK MENINGKATKAN TESTOSTERON PRIA?

Disamping terapi penggantian hormon (HRT), sebenarnya tidak banyak metode yang tersedia untuk mengatasi masalah kekurangan testosteron pada pria yang benar-benar membantu. Walaupun HRT bisa efektif dalam beberapa kasus, tetapi sering kali terapi ini digunakan hanya untuk mengatasi gejala-gejala testosteron rendah saja, tanpa benar-benar mengatasi akar masalahnya.

Terapi ini juga biasanya melibatkan penggunaan senyawa testosteron buatan (sintesis), yang masih dipertanyakan dalam hal keamanannya.

Baca juga  Efek Samping dan Akibat Testosteron Rendah pada Pria
Masalah lain adalah bagaimana gejala-gejala testosteron rendah (khususnya yang mempengaruhi perilaku dan kepribadian seorang pria) kadang-kadang disalah artikan sebagai kelemahan pribadi yang harus diabaikan atau dihadapi. Fungsi testosteron adalah sebagai energi hidup yang memberikan seorang pria kepercayaan diri dan kemampuan untuk menghadapi situasi sulit.

Karena itu, kekurangan testosteron alami berarti membuat seseorang kemungkinan tidak mampu melakukan apa yang dituntut oleh masyarakat darinya sebagai seorang pria, sehingga dia sebenarnya butuh bantuan.

Ini adalah situasi yang semakin memperburuk keadaan pria yang kekurangan testosteron, sehingga bisa saja gejala-gejalanya tambah parah. Apa yang sebetulnya dibutuhkan oleh mereka adalah bimbingan dan petunjuk yang tepat untuk mengidentifikasi dimana akar masalahnya dan apa yang dapat mereka lakukan untuk mengatasinya. Sering kali mereka harus membuat beberapa perubahan drastis pada pola makan serta gaya hidup.

BANGKITKAN KEMBALI KELELAKIAN ANDA: 4 CARA MENINGKATKAN TESTOSTERON ALAMI

Jadi apa yang bisa dilakukan? Kalau Anda benar-benar kekurangan testosteron, mungkin menjalani terapi penggantian hormon di bawah bimbingan dokter yang terlatih adalah langkah awal yang baik. Kalau tidak, maka yang perlu dilakukan sering kali berkisar pada 3 bidang: pola makan, olahraga, dan tidur.

Jika Anda bisa mendisiplin diri sendiri untuk mengupayakan ketiga bidang tadi dengan tekad kuat, Anda sebenarnya sudah dalam jalan benar untuk memperoleh lebih banyak energi, mengurangi lemak tubuh, membentuk otot lebih padat, dan yang mungkin paling memotivasi: memiliki gairah seks yang kuat.

Perlu ditekankan bahwa meskipun Anda tidak sedang kekurangan testosteron, Anda tetap dianjurkan untuk makan dengan benar, aktif secara fisik, serta cukup tidur untuk mencegah terjadinya kadar testosteron rendah di masa depan. Karena itu, kalaupun Anda yakin saat ini kadar testosteron baik-baik saja, Anda masih akan mendapat manfaat jika mengikuti tips-tips di bawah ini.

• KONSUMSI LEBIH BANYAK LEMAK JENUH, KOLESTEROL, SAYURAN, DAN KACANG-KACANGAN

Bertentangan dengan apa yang pernah Anda dengar dari dokter, ternyata lemak jenuh dan kolesterol bukan musuh. Sebenarnya, banyak makanan yang mengandung kedua zat ini—contohnya telur, daging merah, dan mentega—adalah makanan yang sangat bernutrisi dan baik bagi hormon androgen.

Tapi ingatlah, makanan hewani tersebut paling baik berasal dari hewan yang bebas dari tambahan hormon, antibiotik, dan diberi makan makanan yang berkualitas.

Penelitian menunjukkan bahwa menghindari lemak jenuh dan kolesterol bisa benar-benar mengganggu produksi hormon testosteron dan memicu kekurangan. Pria vegetarian kemungkinan besar bisa mengalaminya, karena mereka biasanya kurang mendapat nutrisi makanan ini.

Ini bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi makanan nabati (berasal dari tanaman). Kacang-kacangan, sayuran kubis-kubisan, dan sayuran berdaun hijau semuanya sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan testosteron.
• PADUKAN KONSUMSI PROTEIN DENGAN LATIHAN KETAHANAN

Bila testosteron diumpamakan mesin yang memungkinkan berjalannya produksi otot, maka protein adalah bahan bakarnya. Keduanya bekerja beriringan dalam membangun kekuatan anabolik, dan penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi protein bersih (clean protein) yang mengandung spektrum asam amino esensial lengkap—contohnya whey protein isolat—bisa membantu meningkatkan testosteron jika disertai dengan latihan ketahanan.

Sains memperlihatkan bahwa kadar testosteron pria cenderung mencapai puncaknya sekitar 30 menit setelah olahraga. Olahraga atau latihan yang mampu memaksimalkan kadar puncak ini misalnya adalah dengan melatih otot-otot besar menggunakan gerakan majemuk, sebaliknya daripada gerakan latihan isolasi.

Sebagai contoh, angkat beban berat di enam set dengan masing-masing antara 6 – 8 kali pengulangan; dan beristirahat selama tidak lebih dari 1 menit di antara setiap rangkaian latihan.

• TIDUR NYENYAK SEDIKITNYA 5 JAM SETIAP MALAM

Banyak pria menyepelekan kebutuhan tidur. Bahkan banyak yang bilang, “Tidur adalah untuk orang yang lemah”. Padahal memberikan waktu bagi tubuh untuk istirahat sangat vital dalam membentuk otot maupun meningkatkan testosteron.

Dengan tidur cukup, Anda bukan hanya mampu lebih baik mengendalikan serta mengatasi stres—termasuk meminimalkan hormon-hormon stres seperti kortisol yang merusak kadar hormon testosteron—tetapi juga membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak testosteron.

Para peneliti dari University of Chicago mendapati bahwa pria muda yang tidur nyenyak kurang dari 5 jam setiap malam memiliki sampai 15 persen lebih sedikit testosteron pada tubuh mereka dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidur dengan baik.

 HINDARI XENOESTROGEN DAN KONSUMSI VITAMIN SERTA SUPLEMEN

Sekarang bahan kimia pengganggu endokrin (EDC) ada dimana-mana. Plastik, pestisida, dan produk perawatan diri dipenuhi dengan bahan kimia itu. Inilah sebabnya Anda disarankan untuk menghindari dan memakai alternatif yang lebih alami.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen yang mendukung produksi alami testosteron. Misalnya yang mengandung mineral-mineral seperti zink, selenium, dan vitamin B. Tersedia juga herbal Tongkat Ali yang manjur membantu meningkatkan testosteron alami dalam tubuh Anda.

TONGKAT ALI—PENINGKAT TESTOSTERON YANG EFEKTIF!

Sebagai obat herbal, Tongkat Ali tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan berbagai efek samping. Herbal ini bekerja dengan membantu tubuh Anda meningkatkan testosteron hingga mencapai kadar yang memang diperlukan oleh tubuh Anda.

Cara kerja ini berbeda dengan testosteron buatan seperti steroid anabolik, yang memaksa tubuh Anda untuk menerima hormon tersebut dalam dosis yang masih “perkiraan”, padahal bisa saja dosis tersebut tidak mampu diterima oleh tubuh.

Bahaya lain dari testosteron buatan adalah reaksi negatifnya terhadap kelenjar pituitari dan hipotalamus. Sedangkan 2 kelenjar tersebut berfungsi untuk melepaskan berbagai hormon yang mengirim sinyal ke sel-sel yang berperan untuk memproduksi hormon testosteron. Akibatnya, produksi testosteron alami oleh tubuh malah terhambat.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Tongkat Ali dalam membantu tubuh menghasilkan hormon testosteron tidak mengganggu kelenjar pituitari dan hipotalamus dalam memproduksi testosteron, sehingga aman digunakan. Bahkan sejumlah penelitian telah menguji bahwa Tongkat Ali aman dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Karena itu, herbal ini betul-betul aman untuk meningkatkan testosteron, sekaligus membantu Anda untuk mengatasi gejala-gejala testosteron rendah—misalnya kurang bertenaga, moody,atau kurang gairah seksual. Bahkan manfaat ini bisa Anda rasakan dalam 3 minggu sejak dikonsumsi.

Baca Juga :
Obat Herbal Vimax Asli Dari Canada
4 Objek Liburan Murah Dan Wisata Malang

Hormon testosteron adalah energi hidup pokok yang membuat seorang pria menjadi ‘pria’, serta energi penggerak yang membuat mereka tetap fit, kuat, dan jantan. Tanpanya, Anda mungkin tidak bisa disebut sebagai pria sejati secara fisik maupun psikis.

Jadi bagi Anda yang merasa sedang menurun kadar testosteron-nya, upayakanlah untuk meningkatkannya dengan tips-tips di artikel ini. Namun jika Anda khawatir sudah mengalami gejala kekurangan testosteron yang parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli untuk memeriksanya dan mendapat saran lebih lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.